PUISI DENGKINYA MANUSIA

PUISI DENGKINYA MANUSIA


DENGKINYA MANUSIA

 

Kedamaian hati terusik

Ketika desas desus tak lagi sekedar berbisik

Gaungnya menggema dengan asyik

Tak peduli keakraban yang sebenarnya sakit

 

Mulut tak lagi terjaga

Kicaunya menyayat penuh luka

Tak tergoda pahala surga

Terus menerus menyambut panasnya neraka

 

Haruska tetap berdiam diri ?

Atau selesaikan dengan komunikasi lagi dan lagi ?

Sepertinya tetap kan hidup jalani hari

Berteman iri dan dengki di hati

Tag:    literasi  |  


BERITA TERKAIT

Bermedsos ASN

TULIS KOMENTAR

Top